Layanan

1. Coaching (Program-program Coaching Kami dapat membantu Sauadara dan Tim Saudara untuk memberikan yang terbaik)

2. Consulting (Kami memiliki Spesialisasi yang mampu memberdayakan Bisnis dari sisi manusia untuk kesuksesan jangka panjang yang berkelanjutan)

3. Training (Program Training yang interaktif dan menarik dari kami dirancang untuk mengubah pola pikir dan membekali peserta dengan keterampilan baru)

4. Recriutment (Kami dapat membatu dalam mencari dan memilih orang terbaik untuk mendukung bisnis Saudara bergerak maju)

Tuesday, December 18, 2018

BERI IKANNYA ATAU BERI KAILNYA?


Beri ikannya?
Atau beri kailnya?

Saat kita hidup mapan dan berusaha membantu orang-orang di sekitar kita, maka orang bijak pun menasehati, "Beri kailnya. Bukan ikannya. Dengan kail, ia bisa memancing dan menafkahi hidupnya setiap hari. Tapi kalau cuma ikan, itu hanya mencukupi hidupnya satu-dua hari saja."

Lantas, apa pendapat saya? Soal kail ini, menurut saya, bisa benar atau tidak. Saya lebih setuju pada 'beri ilmu memancing' dan 'tunjukkan kolam pancingnya'. Hmmm, maksudnya? Begini.

Saya bahas dengan analogi kail dan ikan semata-mata karena analogi ini sudah sangat populer di tengah-tengah masyarakat. Anda pasti pernah mendengarnya. Walaupun saya pribadi tidak terlalu suka dengan dunia pancing-memancing. Dan seperti biasa, tulisan saya boleh di-share.

Kail, ini identik dengan fasilitas demi fasilitas. Kalau kita berikan, hati-hati, ini bisa memanjakan saudara kita atau sahabat kita. Bahkan melemahkan potensi mereka. Bahaya. Namanya manusia, begitu merasa nyaman atau sangat nyaman, hampir otomatis tertutup potensinya. Alih-alih menggali potensi, mereka cenderung menikmati fasilitas yang sudah ada. Betul apa betul?

Contoh, Anda berikan mobil kepada adik Anda yang tengah kuliah atau bekerja. Apakah dengan ini, si adik akan berpikir keras dan berusaha keras untuk mendapatkan sebuah mobil? Kemungkinan besar, tidak. Dia akan cenderung menikmati mobil yang sudah ada, tanpa perlu berpikir dan berusaha ini-itu lagi. Sebenarnya, kalaupun mau membantu, berikan si adik itu motor. Seken pun tak masalah. Jangan mobil.

Termasuk saat kita punya 5 restoran, lalu serta-merta kita memberikan 1 restoran kepada saudara kita atau sahabat kita. Lha, apa dia tahu ilmunya? Ingat, sepenting-pentingnya bisnis, lebih penting lagi ilmu di balik bisnis. Namanya bisnis, bisa untung bisa rugi. Tapi kalau tahu ilmunya, kita bisa mencetak untung berkali-kali walaupun sebelumnya pernah rugi. Right?

Camkan baik-baik. Kita tidak hidup selamanya. Kita tidak sehat selamanya. Bukan mustahil, kita yang meninggal duluan. Kasihan saudara kita kalau kita tidak mempersiapkan dia. Maka, kalau memang peduli dan sayang sama dia, persiapkan dia. Gembleng dia. Ajari dia. Inilah yang saya sebut 'beri ilmu memancing' dan 'tunjukkan kolam pancingnya'.

Kalaupun karena terpaksa, Anda memberikan kail, yah silakan. Tapi pastikan Anda beri kail itu sekalian dengan ilmu dan prosesnya. Sekali lagi saya ingatkan, memberi kail dan hanya kail, bisa memanjakan dia bahkan melemahkan potensi dia. Yang saya amati, saat kail ini hilang atau Anda ambil kembali, dia bisa depresi atau emosi karena memang dia tidak siap. Akan beda ceritanya kalau dia sudah tahu ilmunya.

Semoga bermanfaat.


Sumber: Ippho Santosa

Padang, -- Desember 2018 
@Amrhy_02

Monday, December 17, 2018

SI KAYA YANG SEDERHANA



SI KAYA YANG SEDERHANA

Nabi Muhammad itu kaya. Ya, kaya. Bayangkan, 25 tahun beliau berbisnis. Jangankan Nabi, orang biasa saja kalau berbisnis selama 25 tahun, disertai kejujuran, kegigihan, dan bimbingan, insya Allah kemudian pasti kaya. Itu orang biasa, apalagi Nabi!

Pernahkah beliau miskin? Pernah juga. Kapan?
- Ketika kecil saat jadi penggembala.
- Ketika istrinya dan pamannya meninggal lalu beliau diboikot.

Perhatikan baik-baik. Sewaktu kaya, beliau tetap sederhana. Rumahnya kecil. Alas tidurnya kasar. Makanan, sering beliau bagi-bagikan ke orang lain dan beliau sendiri memilih untuk puasa. Dan jangan ditanya sedekahnya, selalu besar-besaran. Sulit disaingi oleh para sahabat.

Sumber @Ipphoright


Padang Pariaman, -- Desember 2018

Tuesday, December 4, 2018

JUALAN UNTUK BERBAGI


JUALAN UNTUK BERBAGI

Jualan bukan sekedar untuk profit sesaat, tapi untuk berbagi manfaat.

Banyak jualan, banyak juga pendapatan. Bukan berarti melulu kita berpikir tentang pemasukan. Coba sisihkan waktu dan dana untuk pengeluaran yang mengagumkan.

Seperti dana charity, kita berbagi kepada sesama di muka bumi. InsyaAllah akan dititipkan rezeki yang lebih dari Ilahi..

Beberapa waktu yang lalu saya memberikan reward Liburan di Bali untuk puluhan mitra British Propolis binaan saya. Mohon do'anya agar mereka tetap istiqomah untuk menebar manfaat kepada masyarakat.

Cuplikan hari kedua, kami mengunjungi salah satu panti asuhan Hindu di Bali. Banyak pelajaran yang kami terima dan juga kami bagi. Semoga menjadi jalan untuk membuka hati untuk saling peduli.

Semoga bermanfaat...
Keep Learning abd Create Something

Sumber: Wendi Abdillah

Padang Pariaman, -- Desember 2018
@Amrhy_02

Monday, December 3, 2018

JUALAN DI SOCMED EMANG BEDA


JUALAN DI SOCMED EMANG BEDA

Berjualan di socmed tentu berbeda dengan berjualan tatap muka di pasar konvensional.

Kemungkinan besar di socmed, Anda akan berbicara dengan konsumen tanpa melihat wajahnya secara langsung. Right? Dengan begitu, Anda diwajibkan mengetahui bagaimana cara menarik minat konsumen untuk singgah di blog atau socmed Anda.

Semakin greget cara-cara yang Anda pakai, maka semakin ramai konsumen yang akan berkunjung. Mereka akan singgah, baca-baca, dan kemudian membeli. Pada akhirnya bisnis online Anda akan semakin menguntungkan.

Memang diperlukan waktu yang cukup lama untuk mempelajari ilmu socmed secara detail dan teknis. Berlanjut dengan ilmu WA marketing. Bisa 1 sampai 2 hari. Namun jika Anda sering-sering berlatih dan sering-sering menerapkan ilmu tersebut, maka Anda akan semakin ahli.

Itu artinya, Anda akan lebih mudah dan lebih cepat dalam menawarkan apapun. Mengaku gaptek adalah pertanda kemalasan dan keengganan untuk berubah. Kalau Anda masih berusia 40 tahun ke bawah, jangan pakai kata 'gaptek' itu. Memalukan.

Sebenarnya, dari segi modal, WA marketing jauh lebih ringan. Siapkan saja kelengkapan dasar seperti laptop atau smartphone. Dan, tentunya Anda juga harus memastikan bahwa kuota aman. Setelah itu, siapkan pula chat service berupa WA. Nggak rumit tho?

Percayalah, ini jauh lebih murah daripada Anda berjualan di toko atau ruko. Saran saya, "Mumpung masih muda, belajarlah ilmu socmed dan WA marketing. Coba. Dalami. Praktekkan. Insya Allah akan menghasilkan".

Sumber: IpphoRigh


Padang Pariaman, -- Desember 2018
@Amrhy_02

Thursday, November 15, 2018

PROSES KEMATIAN DAN HANCURNYA TUBUH


PROSES KEMATIAN DAN HANCURNYA TUBUH KITA
(Bikin Merinding)
.
Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam 'n tenggorokan berkontraksi.
.
0 Menit ...
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
.
1 Menit ...
Darah berubah warna 'n otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
.
3 Menit ...
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
.
4 – 5 Menit ...
Pupil mata membesar 'n berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.
.
7 – 9 Menit ...
Penghubung ke otak mulai mati.
.
1 – 4 Jam ...
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku 'n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
.
4 – 6 Jam ...
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
.
6 Jam ...
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
.
8 Jam ...
Suhu tubuh langsung menurun drastis.
.
24 – 72 Jam ...
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
.
36 – 48 Jam ...
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
.
3 – 5 Hari ...
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
.
8 – 10 Hari ...
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
.
Beberapa Minggu ..
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
.
Satu Bulan ...
Kulit Anda mulai mencair.
.
Satu Tahun ...
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa yg mau disombongkan orang sebenarnya?

Sekaya semewah n' setingi apa pun jabatanmu, kelak tiba masanya kau akan di timbun tanah dan tak sedikitpun bisa kau bawa Hanya amal ibadahmu sebagai bekalmu.

Secantik...Seseksi dan segagah apa pun dirimu kelak akan tiba saatnya masuk rumah masa depan berukuran lebih kurang 2x1 m dengan kedalam 2 m terhimpit bumi membusuk di makan belatung.

Siapapun itu... Kamu ,saya dan dia kelak nama kita sama ALMARHUM

Apa yang kita sombongkan kematian tidak dapat di duga...Tidak bisa di hindari... Tidak pula bisa di tunda.

INGATLAH...!!! Bahwa kita semua CALON JENEZAH "Kullu Nafsin Dazaaiqotul maut" (Setiap yang bernyawa pasti mati) [Surah Ali imran: Ayat 185]

Bahkan sudah Allah atur jadwal ajalnya jangan lalai persiapkan bekal amal ibadahmu. Jangan sampai menjadi manusia paling merugi.

BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN ~ Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini…
.
Jadilah manusia sebiasanya dan jangan merpersulit hidup orang lain ...
.
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.....
Ya Allah janganlah cabut nyawa kami sebelum kami pantas berada diSyurga Mu.... Aamiin...


Padang Pariaman, -- November 2018
@Amrhy_02

Wednesday, November 14, 2018

PEKERJAAN DAN BISNIS BUKAN SOAL UANG SEMATA

Bila kesibukan dan pekerjaan Anda tidak ada aspek:
1. Berbagi
2. Membantu orang lain untuk bertumbuh
3. Membuat Anda sendiri bertumbuh
4. Membuat Anda tambah dekat dengan keluarga
5. Membuat Anda tambah taat dengan Sang Pencipta

Maka baiknya Anda perlu mencari kesibukan dan pekerjaan yang lain.

Ingat. Kerja dan bisnis bukan soal uang semata.

Kita, orang beriman, juga berusaha mendapatkan sesuatu yang lebih, seperti keberkahan, persaudaraan, dan nama baik. Ya, inilah yang lebih utama.

Pekerjaan dan bisnis yang hanya memikirkan soal uang semata adalah pekerjaan dan bisnis yang menyedihkan. Mohon maaf, itulah pendapat saya.

Apa pendapat teman-teman?

Sumber : IpphoRight


Padang, -- November 2018
@Amrhy_02

Tuesday, November 13, 2018

PROCESS IS VERY IMPORTANT


PROCESS IS VERI IMPORTANT
 
"Amati prosesnya. Nikmati prosesnya," itulah pesan saya kepada mitra-mitra. Saking sederhananya pesan ini, banyak orang yang mengabaikannya.

Ustadz Abdul Somad di acara Hijrah Fest mengibaratkan orang yang sukses itu seperti 'kursi mahal' atau 'meja mahal'. Ini analogi yang menarik, menurut saya.

UAS menyebut, mayoritas orang tidak melihat bagaimana proses 'kursi mahal' atau 'meja mahal' itu, mulai dari pemilihan kayu, pemotongan, hingga pembuatan. Rumit prosesnya.

"Mayoritas orang tahunya kursi mahal saja, tapi mereka tidak tahu proses menjadi kursi mahal. Maka, mulai sekarang cobalah kita melihat proses, jangan hanya melihat hasil," ucap UAS.

Adapun pesan saya selanjutnya, "Para achiever harus siap berproses." Sekali lagi, siap berproses. Tidak pasif. Hati-hati, merasa nyaman (comfort) dan tidak mau berproses itu berbahaya.

The biggest trap, the biggest dungeon in life is isn't laziness or bad luck, it's comfort. Ini menurut Robert Kiyosaki, penulis buku #RichDad. Alhamdulillah, saya pribadi dua kali berjumpa dengan beliau.

Memang kita dianjurkan untuk bersyukur. Tapi di sisi lain, kita juga dianjurkan untuk bertumbuh. Dari waktu ke waktu. Mereka yang merasa nyaman sering enggan untuk belajar dan bertumbuh. Ini yang berbahaya.

Ingat. Belajar bukan di sekolah dan di kampus saja. Belajar itu di mana saja. Dengan siapa saja. Terutama bagi mereka yang ingin bertumbuh. Saya berharap Anda salah satunya.

Ada satu hal yang seru. Ketika saya mulai melirik dan tertarik dengan hal-hal lain, guru saya langsung mengingatkan, "Tetap fokus. Tetap serius. Dengan izin Allah, hasilnya pasti bagus."

Ketidakfokusan, ini salah satu godaan dalam berproses. Begitulah. Namanya berproses memang tidak mudah. Tapi percayalah, hasil akhirnya indah. Benar-benar indah.

Mudah-mudahan kelak kita semua bisa menjadi 'kursi mahal' atau 'meja mahal' seperti yang dianalogikan oleh UAS. Dan berkah berlimpah. Aamiin.

Sumber: Ipphoright


Bukittinggi, -- November 2018
@Amrhy_02

Monday, November 12, 2018

BOM (Business Owner Mentality)


Business Owner Mentality

Percayalah strategi apapun yg diterapkan dalam sebuah bisnis akan percuma jika mental Owner nya belum tertata dengan baik. Karena keputusan ada di tangan owner.

Wahai para owner anda harus membereskan terlebih dahulu masalah dalam diri anda. Seorang owner harus memiliki Growth Mindset yakni semangat untuk benar-benar mau bertumbuh, belajar dan berkembang. Bukan owner yang sombong yang merasa bahwa semua sudah berjalan dengan baik lantas tidak lagi mau belajar.

Owner harus berani mengambil keputusan besar dan menyelesaikan konflik pribadi dalam dirinya...
Profesionalisme harus dibentuk untuk menghilangkan keegoisan dan sifat ke aku an seorang owner sehingga lebih bisa memandang kinerja perusahaan secara objektif.

Bisnis hancur bukan hanya karena External Barrier melainkan karena Business owner Mentality...

Sudah seharusnya sang owner juga memiliki JOB DESC dan KPI agar tercipta profesionalisme dalam bisnisnya. Serta sudah seharusnya sebuah bisnis didampingi seorang coach / konsultan dalam perusahaan untuk membantu melihat Blind Spot dari sudut pandang yang lebih luas.

Enjoy Your Business!


Padang Pariaman, -- November 2018
@Amrhy_02

VISI MISI TANPA ACTION HANYA HALUSINASI



*Visi dan Misi Tanpa Action akan menjadi Halusinasi*

Sudahkah kita membuat Visi dan Misi kita dibaca seluruh staf dan memaknai kalimat,agar mereka bekerja tanpa lupa bahwa semuanya ada landasan!??

Kemon Guys, Are you Ready For Success??

9P Untuk Memaksimalkan Bisnis Anda

1. Produk
Fix kan produk apa yang akan anda jual. Jangan berubah - ubah dan tidak konsisten. Pilih dengan baik industri apa yg akan anda geluti kemudian fokus sampai menemukan core competence.

2. Price
Tentukan berapa harga jualnya? Di kevel manakah anda akan bermain? Low, middle atau high quality? Siapa yang akan menikmati produk anda? Bagaimana pricing system yg akan anda tentukan? Cost based pricing, Value based pricing, market based pricing, competitor based pricing atau currency based pricing? Jangan sampai anda melayani segmen market berbeda low, middle, high dengan 1 brand karena anda akan membingungkan market anda.

3. Place
Saat anda sudah menentukan produk dan price maka sekarang pikirkan dimana tempat yg cocok memasarkan produk anda yang dengan harga segitu ? Dimana tempat berkumpulnya orang2 yang menikmati produk anda ?

4. Promotion
Langkah selanjutnya adalah membuat strategi promosi yang tepat di tempat yang tepat. Apa strategi promosi yg akan anda gunakan untuk membuat mereka tau, mau, mau lagi dan mempromosikan kembali ?

5. Process
Ingat status saya beberapa hari yg lalu bahwa Ada 3 jenis proses yaitu
1. Routine delivery yang menjamin kepuasan pembeli
2. Handling complaint yang menjaga komplain agar kembali puas
3. New product development and commercialization atau proses yang mampu menangkap peluang pasar. Sudahkah anda menyusun business process management di perusahaan anda? Bagaimana alurnya from start to end?

6. People
Untuk menjalankan business process tentu anda tidak bisa seorang diri. Anda butuh team yg anda tempatkan untuk menjalankan proses2 teraebut. Divisi apa saja yg dibutuhkan dalam business process anda ? Sudahkah anda menyusun struktur organisasinya ?

7. Productivity
Tentu saja orang2 di dalam organisasi anda harus produktif dan menghasilkan dampak bagi perusahaan anda. Bagaimana anda membangun sistem productivity team anda ? Siapkan Job desc nya dengan matang, kemudian buat SOP nya agar bisa dijalankan dengan standarisasi yang sesuai dengan harapan anda. Susun juga key performance indicator untuk memantau, menilai dan mengevaluasi kinerja mereka.
Selain itu anda juga perlu menyiapkan sistem pelatihan secara berkala.

8. Physical Evidence
Untuk memaksimalkan kinerja dan produktifitas maka dibutuhkan perangkat, piranti atau peralatan - peralatan yang menunjang. Siapkan peralatan tempur yang mumpuni. Physical evidence adalah suatu elemen yang mendukung perusahaan dalam bentuk fasilitas yang berhubungan secara langsung dengan konsumen, seperti gedung dengan interior yang rapi dan nyaman, kendaraan yang bagus dan pegawai yang berpakaian rapi, mesin - mesin yang canggih, komputer yang cepat, dll.

Rata2 pengusaha berlomba - lomba untuk memaksimalkan 8P diatas namun sayang sekali mereka melupakan P yang terakhir yang merupakan penentu utama keberhasilan sebuah bisnis yakni

9. Pertolongan Allah SWT
Allah lah yang mengijinkan dan meridhoi segala sesuatu untuk terjadi. Tidak ada yg kebetulan bahkan sebutir debunyang bergeserpun merupakan kehendak dan kuasaNya. Percuma kita memaksimalkan 8P diatas namun kita lengah dengan ibadah kita. Pastikan apapun yang kita lakukan harus bertujuan dan diniatkan untuk mengabdikan diri kita padaNya. Untuk tetap mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Ridho dan Berkah Allah adalah yang paling utama. Maka pastikan kita berbisnis dan berdagang sesuai dengan syariat.

Enjoy Your Business Guys!

Mengingatkan Kembali yang sering saya posting, bisnis kita jangan lupa P terakhir yaitu Pertolongan Allah

Rajin-rajinlah berkumpul bersama orang-orang cerdas dan banyak ide dalam belajar, InsyaAllah kita akan ketularan *Energi Positif* dan terus berbuat.


Padang, -- November 2018
@Amrhy_02

Thursday, November 8, 2018

AKU PUTUSKAN UNTUK SELALU BAHAGIA


AKU PUTUSKAN UNTUK SELALU BAHAGIA

Anda bekerja? Merasa bahagia?

Diberitakan, pegawai di Asia cenderung kurang bahagia tentang pekerjaan mereka dibandingkan rata-rata global. Salah satu faktor ketidakbahagiaan itu adalah sulitnya berkomunikasi dengan atasan.

Perusahaan solusi personalia TinyPulse menemukan, hanya 28 persen pegawai di Asia Pasifik yang dilaporkan merasa bahagia di tempat kerja mereka. Ya, hanya 28 persen. Angka ini kecil sekali.

Pertanyaan berikutnya, benarkah kebahagiaan itu terkait erat dengan materi?

Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan. Tidak harus materi.

Btw, negara mana yang paling berbahagia? Penghargaan terbaru datang dari "The Sustainable Development Solutions Network for the United Nations" yang mengumumkan negara paling bahagia di dunia. Tiga teratas adalah Finlandia, Norwegia, dan Denmark.

Selama bertahun-tahun, tiga negara itu selalu masuk dalam lima besar.

Mungkin Anda bertanya, “Bisakah bahagia, sementara kita belum punya apa-apa?” Ternyata bisa. Penjelasan berikut ini sangat penting. Saya berharap Anda mau membacanya sampai tuntas dan mau men-share-nya.

Bukan apa-apa, agar Anda dan keluarga Anda bisa bahagia, selalu, tanpa ketergantungan terhadap uang atau apapun. Apalagi bergantung pada pemerintah. Lantas, bagaimana caranya bahagia, padahal kita belum punya apa-apa? Percayalah, ini soal keputusan, bukan soal kepemilikan.

"Saya memutuskan untuk bahagia," Batinkan seperti itu. Sekali lagi percayalah, ini soal keputusan. Kalau Anda menganggap 'punya rumah, baru bisa bahagia' maka anggapan itu cuma bertahan 12 bulan sampai 24 bulan. Nggak lama. Tapi kalau Anda memutuskan untuk bahagia entah punya atau belum punya, maka keputusan itu akan berdampak lebih lama.

Kuncinya, jangan pernah menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal yang bersifat eksternal seperti rumah, mobil, dukungan masyarakat, kebijakan pemerintah, dst. Hendaknya digantungkan pada hal-hal yang bersifat internal seperti pikiran, perasaan, dan keputusan.

Be happy! Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Sumber : IpphoRigh



Padang, -- November 2018
@Amrhy_02

Wednesday, November 7, 2018

MINTALAH APA PUN, INSYAALAH AKAN DIKASIH


MINTALAH APA PUN, INSYAALAH AKAN DIKASIH
 
Lelah. Pernah merasakan? Izinkan saya bertanya. Apa yang membuat kita benar-benar lelah? Apakah kerja keras? Apakah olahraga? Apakah naik gunung? Ternyata ada yang lebih melelahkan daripada itu semua.

Menghadap dan berharap kepada selain Allah, pastilah membuat lelah. Pahit, kata Ali bin Abi Thalib. Sebenarnya, jika dunia dijadikan sandaran dan tumpuan, pastilah rasanya nggak karu-karuan. Betul apa betul?

Makanya saya bilang, "Sudahlah, minta sama Allah saja. Dibalas kok. Kita lalai dan abai saja, Allah masih menolong kita, apalagi kalau kita berusaha memantaskan diri."

Saya tanya lagi. Pilih Avanza atau Xenia? Pilih CRV atau Captiva? Katakanlah Anda pengen mobil itu, karena hasrat duniawi semata. Terus, Anda minta kepada Yang Maha Kuasa. Menurut saya, itu jauh lebih baik. Ya, jauh lebih baik.

Seorang istri pengen Avanza, terus dia minta ke Allah dan hanya ke Allah. Itu kan bagus. Berarti dia hanya berharap ke Tuhan-nya. Bukan ke suaminya.

Dan dia tahu persis, yang bisa mengabulkan dan menghadirkan Avanza di garasi rumahnya, hanya Allah. Bukan yang lain. Itu kan iman namanya. Bagus tho?

Seorang bawahan pengen naik pangkat, terus dia minta ke Allah dan hanya ke Allah. Itu kan bagus. Berarti dia hanya berharap ke Tuhan-nya. Bukan atasannya atau perusahaannya.

Dan dia tahu persis, yang bisa mengabulkan dan menghadirkan kenaikan pangkat di kantornya, hanya Allah. Bukan yang lain. Itu kan tauhid namanya. Di mana salahnya?

Dan ingatlah. Seduniawi-duniawi-nya kita meminta, asalkan mintanya kepada Yang Maha Kuasa, tetap saja itu jauh lebih baik. Asalkan, yang diminta sesuatu yang legal dan halal. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Sumber : IpphoRight



Padang Pariaman, -- November 2018
@Amrhy_02

Tuesday, November 6, 2018

MALAS YANG BERPELUANG SUKSES


MALAS-MALASAN ADALAH PELUANG BESAR BISNIS

Ada uang di sekitar kita. Seliweran. Bertebaran. Dan sebenarnya, di mana ada masalah, di mana ada kemalasan, di mana ada harapan, maka di situ ada uang. Perlu contoh?

Orang-orang pada malas makan sayur-mayur. Mereka berharap sesuatu yang lebih praktis. Maka hadirlah suplemen dan multivitamin.

Orang-orang pada malas cuci mobil. Mereka berharap sesuatu yang lebih praktis. Maka hadirlah jasa cuci mobil. Right?

Orang-orang pada malas cuci pakaian. Mereka berharap sesuatu yang lebih praktis. Maka hadirlah jasa laundry. Right?

Orang-orang pada malas masak lauk. Maka hadirlah penjual lauk. Bahkan sampai restoran dan pujasera.

Orang-orang pada malas belanja ke pasar. Apalagi kalau pasar becek. Maka hadirlah penjual sayur keliling.

Orang-orang pada malas bangun rumah sendiri. Maka hadirlah developer, membangun perumahan dengan berbagai tipe.

Orang-orang pada malas potong rambut sendiri atau dipotongkan oleh keluarganya. Maka hadirlah jasa pangkas dan salon.

Orang-orang pada malas desain website. Termasuk maintenance-nya. Maka hadirlah jasa desain website.

Orang-orang pada malas mengatur travelling-nya sendiri. Termasuk urusan tiket dan hotel. Maka hadirlah jasa tour and travel.

Perhatikan baik-baik. Saat muncul masalah, saat muncul kemalasan, maka pada waktu yang sama muncul pula harapan untuk disolusikan. Nah, jika kita mampu menawarkan solusinya, maka uang adalah ganjaran yang pasti untuk kita. Itu nyata.

Pada akhirnya, temukan masalah, temukan kemalasan. Terus, jadilah solusinya. Sesederhana itu. Siap praktek? Harus siap. Semoga berkah berlimpah.

sumber : @IpphoRight



Padang Pariaman, -- November 2018
@Amrhy_02

Monday, November 5, 2018

PENYEBAB RUSAKNYA PERSAHABATAN


PENYEBAB RUSAKNYA PERSAHABATAN
Sahabat itu sangat berarti. Setahu saya, semua orang hebat punya sahabat dekat. Namun terkadang persahabatan bisa retak bahkan kemudian saling bermusuhan. Untuk itu, pegang eratlah sahabatmu. Ingat pesan Imam Syafei: “Apabila kalian memiliki sahabat (yang membantumu dalam kebaikan dan ketaatan) maka genggam eratlah tangannya. Karena mendapatkan sahabat itu sulit, sedang berpisah dengannya itu mudah”.

Sahabat bukanlah teman biasa, teman perjalanan, teman sekolah, teman kuliah atau teman bekerja semata. Ia lebih dari sekedar teman, dalam bahasa gaulnya sahabat itu soulmate, belahan jiwa satu dengan yang lainnya. Sahabat saling support satu dengan yang lainnya, bukan hanya urusan bisnis tetapi juga pribadi dan rumah tangga.

Hal-hal yang bisa merusak persahabatan banyak loh. Mau tahu? Berikut penjelasannya: 
  1. Pertama, prasangka. Ketahuilah, sebagian besar buruk sangka itu merusak saling percaya satu dengan yang lainnya. Biasakan bicara menggunakan data, fakta dan apa yang terucap. Bukan dari analisa, mengira-ngira, dan berprasangka. Kita manusia biasa yang tidak bisa membaca isi kepala dan isi hati manusia dengan sempurna. Jangan “sok tahu” dengan mengatakan ini dan itu tentang isi hati dan pikiran orang lain, apalagi dia sahabat Anda. Komunikasikan apabila ada yang kurang berkenan dengan sahabat Anda, bukan dengan sangkaan. Saya jadi mengerti mengapa di dalam kitab suci agama saya (Islam) ada pengingat dari Allah swt “sebagian dari buruk sangka itu adalah dosa”.
  2. Kedua, lemahnya etika dan integritas. Segala sesuatu terjaga karena ada etika, sayangnya tidak semua etika itu tertulis dan setiap orang punya kepekaan yang sama. Etika itu ada dan terasa, maka kita perlu belajar tentang cita rasa etika agar tidak mudah melanggarnya. Begitu pula kita semua perlu menjaga integritas apabila persahabatan ingin bertahan lama. Jangan biasa melanggar janji dan komitmen. Jangan terbiasa berbeda antara yang terucap dengan apa yang ada di dalam pikiran dan hati Anda.
  3. Ketiga, bersaing di “medan” yang sama. Ada beberapa orang yang bersahabat karena punya bisnis yang sama. Di perjalanan, salah satunya mengundurkan diri dan kemudian melakukan bisnis yang relatif sama, baik dari segi produk, proses, dan target pasarnya. Kejadian seperti ini bisa mencederai persahabatan. Apakah tidak boleh bisnis yang sama? Tentu boleh, tetapi carilah pembedanya yang tidak membuat “tabrakan” dengan sahabat Anda. Khususnya berbeda dalam produk atau target market yang Anda bidik. Saya sangat takut kehilangan sahabat dan terus mengasah diri melapangkan hati agar kualitas persahabatan semakin meninggi. Saya berharap para sahabat saya nyaman dan senang punya sahabat seperti saya. Dan kelak di akherat saya berharap kepada sahabat saya “Jika esok tak kau temukan aku di surga, carilah aku di neraka dan mohonlah kepada Allah swt untuk memindahkan aku ke Surga.” 
Padang Pariaman, -- November 2018
@amrhy_02

Saturday, November 3, 2018

KESULITAN ITU HANYA SEDIKIT



Kesulitan itu cuma sedikit. Ya, cuma sedikit. Coba perhatikan contoh-contoh berikut

Kelaparan, sedikit. Lebih banyak yang cukup dan kenyang.

Kemiskinan, sedikit. Lebih banyak yang cukup dan kaya.

Kematian, sedikit. Lebih banyak yang sehat dan hidup. Right?

Demikianlah. Kesulitan itu cuma sedikit. Kurang-lebih inilah salah satu pesan dalam Al-Baqarah 155-156. Saya menyarankan teman-teman untuk membacanya secara langsung dan membacanya lebih dari satu kali. 

Kadang kita uring-uringan dengan jerawat. Padahal itu cuma 1 atau 2 jerawat saja. Lebih banyak lagi bagian wajah kita yang tidak berjerawat. 

Kadang kita uring-uringan dengan nakalnya anak. Padahal itu cuma 5 atau 10 menit saja. Lebih banyak lagi perilaku anak yang tidak nakal. 

Kadang kita uring-uringan dengan macetnya jalan raya. Padahal itu cuma 10 persen saja. Lebih banyak lagi ruas jalan yang tidak macet. 

Kadang kita uring-uringan dengan naiknya harga barang. Padahal itu cuma 5 persen saja dan pada sebagian barang saja. Lebih banyak lagi harga barang yang tidak naik. Betul apa betul? 

Sayangnya, perhatian kita seringkali lebih tercurah dan tersita pada kesulitan itu, sembari mengabaikan kemudahan-kemudahan yang ada. Bahkan Allah pun berjanji, sekiranya ada kesulitan, pasti ada kemudahan. 

Guru-guru kita juga mengajarkan, untuk satu pertanyaan ada berbagai macam potensi jawaban. Maka, sudah semestinya kita lebih bersyukur. Mengeluh? Ah, buang sikap ini jauh-jauh. 

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Mudah-mudahan bermanfaat. Semoga berkah berlimpah.

Sumber: @IpphoRight


Bukittinggi, -- November 2018
@Amrhy_02

Wednesday, October 31, 2018

THE KEY IS PROMOTION



Ini yang Lebih Penting dari Kualitas Produk



Dalam berbisnis maka akan ada serangkaian proses yang dilalui, seperti proses produksi, distribusi, repeat order, maintenance, sampai promosi. Dari serangkaian proses tersebut yang paling ujung adalah "promosi", namun menurut kami "promosi" adalah yang paling penting. Bahkan kalau bisa promosi harus dilakukan dengan berbagai macam cara, baik yang kreatif, efektif, dan terkadang perlu menyiapkan budget lebih, karena jika produk kita menjadi perbincangan banyak orang, atau katakanlah diketahui dan menarik perhatian banyak orang, maka pengaruh positifnya adalah ke penjualan yang akan meningkat. Jika produk sudah banyak diperbincangkan di pasaran/kalangan konsumen, maka kita tinggal menunggu orderan datang hehehe.



Baik, kali ini kita akan fokuskan pembahasan di Promosi. Bagi kami promosi terbagi menjadi 2, yaitu offline dan online



Offline

1)      Cetak Spanduk, brosur, dan Pasang Baliho

Budjetnya lumayan besar, mampu menjangkau banyak orang, namun sayangnya kurang tertarget (tidak tersegmen).



2)      Menawarkan langsung ke orang-orang yang dianggap berpotensi untuk membeli produk
Dibutuhkan skill komunikasi, mental dan daya tarik, agar orang-orang mau mendengarkan atau bahkan sekedar tercuri perhatiannya dengan apa yang kita tawarkan.



3)      Membuka Stand Bazar

Butuh dana juga tentunya untuk membuka bazar, namun keuntungannya adalah kita langsung berada di pasar yang pas. Misalnya kita jual pakaian. Nah membuka Bazar di sebuah Mall adalah lokasi yang paling strategis



Online

Ini adalah bentuk promosi yang paling berkembang saat ini.

1)      Manfaatkan sosial media yang kita punya

Rugi sekali jika sosial media hanya dimanfaatkan untuk pamer kehidupan sehari hari kita. Lebih dari itu, sosial media bisa menghasilkan sesuatu yg jauh manfaatnya, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan. Tentunya jika kita aktif dan mempunyai banyak followers/data base.



Sampai di sini kita tidak mengeluarkan biaya apapun untuk promosi melalui sosial media kita sendiri, namun jangkauannya sangat sedikit jika followers atau data base yang kita punya hanya sedikit.



2)      Bekerjasama dengan Bazer atau Selebgram

Tentunya kita ingin produk/program yg kita punya diketahui oleh banyak orang, nah memanfaatkan Bazer atau Selebgram menjadi media bantuan bagi kita, namun ini tidak gratis, hampir seluruh Bazer dan Selebgram pasang tarif untuk promosi di setiap postingan di Instagram mereka. Saya beberapa kali bekerjasama dgn mereka-mereka untuk mengiklankan acara/produk saya. Butuh dana memang, tp kita harus menyiapkan budjet untuk itu. Efeknya adalah informasi mengenai produk/program kita tersebar ke lebih banyak orang.



3)      Beriklan di Facebook ads dan Instagram ads

Menariknya di kedua Sosial media ini menyediakan layanan beriklan dengan harga yang tidak terlalu mahal, namun daya jangkaunya sangat luas terhadap pasar, dan yang paling penting adalah kita bisa menyesuaikan dengan target pasar kita. Misalnya kita jual pakaian wanita. Nah kita bisa menyesuaikan dengan target pasar kita. Kita bisa targetkan orang-orang yang menerima iklan kita di FB atau IG hanya wanita, usia sekitar 18-25 tahun, suka belanja, fashionable, mempunyai penghasilan diatas 4 juta, bekerja di bidang tertentu. Kita bisa menyesuaikan sampai sedetail itu di FB dan IG.



Mungkin temen2 sering mendapatkan postingan yang bertuliskan sponsore baik itu di FB atau IG. Dan hampir semua iklan itu sesuai dengan diri kita, atau minimal kita suka akan hal itu.



Begitulah hebatnya sosial media saat ini. Ayo manfaatkan sosial media kita untuk hal-hal positif dan produktif!

 
Demikian Untuk Hari Ini, semoga bermanfaat Ya...
 

Padang, -- Oktober 2018
@Amrhy_02